Select Page

restorasi kereta bisnis – hari ini aku naik kereta bisnis sawunggalih utama menuju jakarta. Ya sawunggalih utama adalah kereta yang biasa melayani trayek jakarta kutoarjo. Jadwalnya ada dua macem, pagi dan malam. Kalau pagi dari stasiun kutoarjo kurang lebih mulai berangkat pukul 07.00 WIB, ya kalau mau naik dari stasiun kebumen, bisa jam 07.30an. Namanya kereta bisnis, keretanya bersih dari asongan. Ada asongan pas keretanya mangkal distasiun aja, so yang jualan hanya karyawan dari restorasi kereta bisnis.

 

Cara menjual karyawan restorasi kereta bisnis kurang menarik

aku sih, sebagai orang yang hidup di dunia jual menjual. Aku kog melihat perilaku atau cara menjualnya di kereta kurang menarik ya. Malah aku pikir mereka kurang kreatif. Bagaimana tidak, kalaulah kita mau merenungkan, sebenarnya, mereka kan juga berjualan dikereta ‘milik mereka sendir’. Ya kalau sekedar membawa makanan berputar dari depan ke belakang pakai nampan begitu, penjual asongan juga bisa. Cobalah jualan dengan cara yang elegan.

 

apa sebab karyawan restorasi kereta bisnis perlu menjual lebih elegan?

  1. Tinjauan psikologi penumpang kereta. Biar kata mereka telah naik kereta bisnis, lalu dirinya lapar, tetap saja kalau mau membeli makanan dikereta mereka berpikir ulang dan sudah terlanjur mendapat label bahwa makanan yang dari kereta itu mahal. Padahal apakah bener-bener mahal? yuk kita cek, betapa banyak harga ‘perasaan’ pembeli sering dikecewakan saat membeli makanan dari pedagang asongan yang kurang bertanggung jawab [penilaian dari rasa, mutu, kemasan, keaslian bahan, kebersihan, serta lainnya]? harga perasaan di hati malah kadang ndak kebayar [emosinya] gara-gara ‘ditipu’ penjual asongan yang kadang kurang jelas itu.
  2. potensi pasar yang besar. Hitunglah satu kereta ada berapa ribu penumpang. Pedagang asongan nggak bisa masuk, hanya anda yang bisa 100 % jualan. Katakanlah konversinya 10 %, sudah ada berapa tuh potensi pembelian, hanya kog aku lihat, anda bawa nampan bolak balik, yang tadi anda bawa ke depan-eh anda bawa lagi balik ke belakang [artinya belum laku-laku].
  3. Menaikan tingkat pembelian penumpang kereta. jangan targetkan penumpang kereta sekedar cukup membeli satu atau dua aitem saja dari diri anda. Ingat pernah makan di Mc. Donald? kita kadang maunya sekedar beli ayam goreng dan nasi aja, namun apa kata kasirnya saat kita mbayar, Kentangnya pak? eskrim conenya pak? softdrinknya pak? dan luar bias omzet dari tambahan-tambahan pembelian itu bahkan melaju sangat besar menyamai penjualan makanan  utama yang dibeli pelanggan.
  4. Masalah harga diri. Anda petugas resmi kereta,, mosok cara jualannya gaya asongan biasa. ntar dikira anak asongan kereta naik kelas. he he,,

kereta itu ada filosofinya, So solusinya diambil dari filosofi kereta aja

filosofi kereta itu ya gerak meliak meliuk gerbong menyesuakan lokomotifnya. Dalam dunia marketing yang kita ikuti adalah si penumpang. Ingat, mereka yang masuk area kereta bisnis jelas mampu membayar lebih. jangan disamakan dengan psikologis penumpang ekonomi, artinya sebenarnya mereka mau membayar lebih asal mengerti benefitnya. So, pertama: kasih tau kualitas masakan kereta, juru masaknya darimana? kualitas berasnya apa? trus ada vitamain apa dan sebagainya. Buat customer mengerti kelebihan kelebihannya.

Pasang pula harganya, atau price list. Mengatasi stereotif mahal, terutama penumpang kereta baru yang masih ragu membeli. dengan adanya price list mereka bisa memesan makanan kereta yang sesuai dengan kantong kita. Ya sebab seberapa banyak penumpang kereta males beli sebab ketahan sama stereotif nasi buatan restorasi kereta bisnis itu mahal. Jadi males nanya, maka kita kasih informasi. Lanjutannya, jual lebih banyak aitem di kereta. ya coba belajar dari sistem restorasi/ penjualan maskapai penerbangan. Katakanlah sriwijaya air, uidih, aitem yang djual rame sekali. Atau apalah yang lebih kreatif. ya itu dulu masukanku.

restorasi kereta bisnis kalau karyawannya cantik-cantik sepertinya juga lebih baik