Select Page

::anjrahuniversity.com:: Masyarakat indonesia kian hari semakin menyenangi konsep thibbun nabawi. Kesimpulan itu dapat dilihat dari bagaimana semangat mereka dalam mengejar keilmuan mengenai thibbun nabawi sampai pilihan menggunakan produk-produknya seperti madu, habatus sauda, dan bekam. Namun apakah thibbun nabawi hanya sekedar madu dan bekam saja?

Thibbun nawabi ada sunnah rasulullah itu sendiri

Anggapan yang demikian saya pikir perlu diberikan penjelasan. Apa sebabnya? sebab rasulullah sendiri tidak pernah menggolong-golongkan dalam sunnah-sunnah yang beliau ajarkan bahwa ini thibbun nabawi dan ini yang bukan. Atau beliau memberikan statement bahwa thibbun nabawi hanya ini dan itu saja.

La kalau menurutku sih, thibbun nabawi itu sendiri adalah seluruh tuntunan nabi baik dalam hal perilaku, tuntunan, maupun perintah yang beliau berikan berdasarkan kaidah dalam al qur’an dan hadist. Segala perintahnya merupakan ‘penyembuh’ (thibbun nabawi) bagi alam semesta. Katakanlah, rajam. Rajam secara dzohir hanyalah mekanisme tindakan hukuman atas suatu bentuk pelanggaran yang dilakukan.

Akan tetapi, apabila mau direnungi rajam itu sendiri adalah obat dari sebuah penyakit yang namanya penyakit sosial dalam masyarakat. Bayangkan tidak ada mekanisme rajam, perzinaan meraja lela. Runtuh strata sosial yang bernama pernikahan. Hilangnya rasa malu. Kacaunya nasab dalam tata kemasyarakatan.

Maka, bukan sekedar madu atau bekam saja, kalau kita mau mengkaji dengan seksama. Seluruh aspek syariah islam adalah ‘obat’. Obat secara ruhaniah, fisik, psikis, sampai obat dari tatanegara yang tidak beres. Oke, semoga ngaji time kali ini bisa menginspirasi. Wallahu’alam.