Select Page

::anjrahuniversity.com:: Aku sudah mengikuti pelatihan bekam di beberapa forum bekam, masih juga diliputi banyak pertanyaan gimana sih sebenarnya ilmu bekam. Apakah mungkin hanya sesederhana menggunakan kop, memilih titiknya, dan membekam itu sendiri? Kalau sesederhana itu apakah bekam layak disebut sebagai ilmu pengobatan?

Pelatihan bekam harusnya menguraikan tatalaksana riset bekam juga

Ya sebenarnya demikian itu yang menjadi pertanyaan bagi diri saya selama ini. Saya sudah mengikuti beberapa even pelatihan bekam, belum ada yang bisa memuaskan pencarianku.  Sekedar lebih bagus, penjelasan penggunaan bekam yang dijelaskan secara medis. Medis yang dipaksakan sih menurutku. La kalau mau membahasa secara medis, hendaknya jangan cuman fokus memperlihatkan hasil akhir penelitiannya, mustinya kita dalam pelatihan bekam itu juga diberi tahu bagaimana proses penelitian yang dilakukan.

Logika ilmiahnya begini, katakanlah ada hasil penelitian yang menyebutkan bahwa bekam bisa menyembuhkan hemofilia. Hemofilia sebagaimana yang sudah kita ketahui bersama merupakan jenis penyakit yang manakala terjadi luka dalam dirinya maka darah tidak berhenti mengalir. Penderita hemofilia mengalami masalah pada mekanisme pembekuan darahnya. S, perlu khusus bahasan pelatihan bekam hemofilia.

Detail hemofilia sudah berhasil disembuhkan itu bagaimana?

La manakala kita mendapatkan hasil riset bekam yang menyatakan bahwa hemofilia sudah berhasil disembuhkan, maka kita harus bertanya, “hemofilia yang dengan keadaan yang seperti apa saja yang dijadikan bahan riset? Proses bekam pada hemofilia dilakukan dalam suasana lingkungan yang seperti apa, gampangnya dilaboratorium yang banyak variabelnya dibatasi atau dirumah yang banyak variabel luar lebih bisa mempengaruhi? mekanisme pembekamannya bagaimana? katakanlah sampai berapa sayatan, berapa area yang dikop, dan lokasi titiknya bagaimana?

Jangan sampai pelatihan bekam membuka peluang malpraktek baru

Ketika beberapa faktor pendukung keberhasilan penanganan kasus hemofilia itu tidak disampaikan dalam berbagai even pelatihan bekam, maka sama saja membuka peluang terjadinya malpraktek bekam. Ya saya tidak mengatakan semua orang akan bertindak ceroboh mengambil hasil riset itu secara brutal dan membekami penderita hemofilia tanpa pelatihan bekam khusus.

Hanya saja, kita serupakan kasus hemofilia dengan kasus lain, misal diabetes dan hipertensi. Maka ini pun harus dipertegas tatalaksananya. Ehm, ini kali sebenarnya alasan bahwa pelatihan bekam idealnya sampai dia membekam pertama kali tidak cukup satu dua hari pelatihan saja.¬†Wallahu a’lam bish shawab.