Pelajaran matematika SD sebaiknya bagaimana?

Pelajaran matematika SD  – Apa anda sempat mencermati pelajaran-pelajaran yang sekarang di kunyah tiap hari oleh putra-putri anda yang bersekolah di tingkat dasar? Pelajaran matematika SD nya sangat berbeda dengan apa yang dahulu kita jumpai. Kita dulu Pelajaran matematika SD sederhana dan baru masuk SMP baru terkesan agak rumit. Lah sekarang? wow luar biasa, teknik-tekniknya dah berbeda serta lucunya lagi kalau mengerjakan menggunakan jalan pintas malah disalahkan oleh gurunya, padahal ujung-ujungnya sama.

Ya itulah yang terjadi saat aku ditanyain PR sama adikku yang masih kelas 5 SD. Waduh, aku ngajarinya dengan cara ringkas, adik saya mudeng, ketemunya dijamin benar, wahdalah pas malam harinya ketemu katanya malah mendapatkan nilai jelek dari guru yang mengajarnya. waduh jadi kasian aku dengannya, ya kesannya apa yang dia kerjakan dengan keras semalam menjadi tidak berguna. pikirku sebagai guru yang bijak semestinyaya tidak serta merta menyalahkan, akan tetapi cobalah memberikan pengertian dahulu kepada si adik saya ini andai cara cepat belum diperbolehkan. atau gimana lah agar si anak tidak menjadi gelo.

Kearifan guru menuntun siswa dalam Pelajaran matematika SD

Sebagai contoh misalnya kita kasih tahu ke dianya bahwa, “oya dek cara yang kamu gunakan memang benar,  hasilnya juga benar, akan tetapi kalau mengikuti cara yang itu, tidak semua permasalahan hitungan dengan model setipe bisa diselesaikan, maka sebaiknya sementara menggunakan cara belajar yang sebagaimana teman-temanmu lakukan di sini” atau bahasa lain yang pada intinya memberikan pemahaman yang tetap membesarkan hati si anak.

Pelajaran matematika SD gambar kreatifitas gifted anak psikologiKarena apa, jangan sampai sebab teguran tadi kreatifitas si anak mencari rumus-rumus Pelajaran matematika SD pribadi bagi dirinya jadi terhambat. Kan sebenarnya matematika sekalipun ilmu yang dikenal sebagai ilmu pasti juga tidak sebenarnya benar-benar pasti. Kita masih boleh melakukan elaborasi cara-cara yang bisa digunakan demi menyelesaikan tantangan soal Pelajaran matematika SD yang disajikan. Seorang murid yang paham malah lebih baik bisa hemat waktu menggunakan cara-caranya tersendiri menyelesaikan bermacam soal tadi. Ojo malah dimarahi.

Pelajaran matematika SD dalam sebuah anekdot

Whaha, jadi ingat ada sebuah guyonan mengenai ilmu matematika. Ini aku dapatkan saat bertandang menuju rumah Pak Bahrudin pengembang pembelajaran alternatif di komunitas SMP alternatif Qorriyah Thayibah kali bening Salatiga. Beliau mencanangkan matematika praktis yang mudah dipelajari dari matematika standar yang biasanya. Beliau berujar bahwa seseorang yang sudah bisa membedakan suatu bangunan itu lebih miring dibanding bangunan lain, maka sejatinya dia sudah bisa matematika. Karena dalam membandingkan itu terjadi beberapa operasi matematika dalam mindsetnya sehingga bisa menyimpulkan oh bangunan ini lebih miring dibanding bangunan yang lain.

Pak bahrudin juga berujar, matematika itu bukan ilmu pasti sepasti pastinya pasti. contohlah pada anekdot, “ada sebuah angkotan kota yan kuotanya delapan  orang. Sedang di halte ada 12 orang yang menuggu angkot tersebut. Maka kalau operasi matematikanya, berapa orang yang tersisa di halte ketika angkot tersebut nanti meninggalkan halte tersebut?”. Secara matematika aslinya pasti tersisa 4 orang. hanya saja, mana mungkin? sisa 4 orang itukan masih bisa naik diatas kap, duduk di ekstra kursi yang biasa dibawa sama sopir angkot, sama nanti ada yang nggandul di pintu. So berapa sisanya? Ndak ada sisa. Semua bisa terangkut. Lah dini gimana nih matematikanya? katanya ilmu pasti wakakaka…

kembali ke Pelajaran matematika SD, ya hendaknya bisa lebih memberikan kreatifitaslah kepada anak murid agar bisa mengekplorasi langkah-langkah yang mau dimilikinya menjawab soal yang ada.

 

Ada Ide Berkaitan dengan Postingan di Atas?