Select Page

Kisah ulama batu Ibnu Hajar – Aku juga mengalamain masa-masa ketika aku ada keinginan untuk ngeblog, namun muncul pertanyaan balik ke diriku sendiri, “aku mau ngeblog apa bahas tema apa?”. Yah, itulah dunia, ada pasang surut ide.

lalu, apakah malah tidak jadi ngeblog?

Menurut pengalaman saya, fase yang demikian ini justru harus terus dilawan. Lanjutkan ngetik, lanjutkan blogging. Ya seperti yang saya lakukan sekarang ini.  Ketika menyerah atau larut dengan perasaan, jadinya akan muncul stagnansi. Kita berhenti melakukan blogging. So, ketik aja apa yang terlintas dipikiran. Toh ini blog, blog kita. Sekalipun kadang remeh dalam pandanga kita, namun kadang dibaca orang lain bisa menjadi suatu inspirasi.

Aku juga ingat, kaitannya terus melawan diri dengan terus menulis, pelajaran yang bisa kita dapat dari cerita ibnu hajar al ats qolani. Beliau seorang ulama besar di islam dan menulis kita syarah bernama Fathul Bari. Awal-awal dia kuliah, eh belajar, dalam kisahnya dia adalah orang yang sangat bodoh. Apa yang dibaca di dengar di majelis ilmu, sudah diserap dan dia ndak bisa-bisa.

Sampai suatu saat beliau frustasi dari belajar, beliau lari ke tengah hutan.  Putus asa bahwa dirinya bodoh, tidak berbakat, tidak bisa menyerap ilmu dan semuanya ketrampilan dalam ilmu agama. Namun, Allah menakdirkan lain, Ibnu Hajar rahimahullah pada waktu di hutan melihat fenomena sebuah batu yang berlobang sebab tetesan  kecil dari pucuk daun yang jetuh ke atasnya. Ibnu Hajar rahimahullah dapat insight bahwa batu yang sangat keraspun, ketika secara tekun ditetesi air walau debitnya kecil lama kelamaan pasti juga akan berlubang.

Semenjak itu, Ibnu Hajar rahimahullah lahir semangat kembali untuk belajar dan hari ini beliau memiliki karya tulis yang menjadi umat islam dari manapun di dunia. Subhanallah…

Nah, begitu juga untuk ngeblog, pasti bisa. Nih buktinya,,, saya malah cerita banyak sampai udah lebih dari 270 karakter. he he. Jadi dapat kesimpulan tambahan bahwa ketika kita buntu menulis, tulis aja cerita yang kita suka, atau stell motivasinya dalam otak kita untuk bercerita. Oke, “Sekarang pertanyaan ngeblog apa ya” sudah mendapatkan jawabannya sendiri. Semoga menginspirasi.

Baca Juga: Tips Mengatur Anak Bermain Internet dan pentingnya muhasabah