Select Page

Manusia hanya diberikan kesempatan hidup cuma sekali. Setelah itu maut menjemputnya dan membuatnya tidak lagi bisa berkontribusi di dunia. Sebagian memanfaatkan kesempatan yang sekali-kalinya ini dengan upaya terbaik sehingga bisa menghasilkan banyak karya-karya berkualitas di dunia, sebagian yang lain sia-sia. Namun, jika kita perhatikan, hanya orang yang mempunyai minimal lima kriteria ini yang mampu meraih baik diri  maupun karya yang berkualitas bagi dunia serta akhiratnya.

  • Dia adalah orang yang senantiasa belajar .

Bukan sebatas sekolah, institute, ataupun lembaga pendidikan yang membuat dia belajar. Tembok-tembok lembaga pendidikan itu sendiri tidak selamanya menjamin adanya pembelajaran di dalamnya. Hari ini, buku banyak dicetak, internet telah dibuka seluas-luasnya, para ahli sudah banyak yang membuka diri. Tidak ada alasan, tidak belajar. Segala sesuatu yang dilihat, dirasa, diraba bagi dirinya bisa memunculkan hikmah dan menambah pengetahuan. Ia pelajari dengan tekun agar semakin memberikan kemanfaat yang banyak bagi diri dan orang lain.

  • Mengambil peran sesuai kemampuan yang dimiliki

Amalkan serta terapkan hasil belajar yang kita punya, sekecil apapun pada bidang-bidang yang memberikan kebaikan pada orang banyak. Kecil barangkali menurut kita, namun tidak dalam pandangan manusia lain lebih-lebih dalam pandangan Allah. Manusia ini menyadari bahwa dalam berperan tidak harus menunggu sempurna dulu, sambil terus belajar, sambil terus menyempurnakan, dia sekaligus juga sudah memberikan kontribusi kepada umat dari hal-hal yang dia ketahui. Misal, banyak anak-anak disekitar kita yang tidak mengaji, mengapa tidak membuka TPA dari rumah. Itung-itung mengajari anak sendiri belajar ngaji, mencarikan teman yang shalih dan shalihah bagi Anak, disatu sisi yang lain mendirikan TPA dirumah merupakan kontribusi besar bagi islam, sebab dikatakan “sebaik-baik kalian adalah yang belajar al qur’an dan mengajarkannya”.

  • Selalu menjadi Batre Charge bagi orang lain

Pribadi pengeluh selain membuat repot diri sendiri, ternyata juga membuat repot orang lain. Bak semangat, energi negatif seperti pribadi pengeluh ini punya dampak menular. Bisa jadi menular dengan cepat. Betapa buruk dampak dari pribadi pengeluh bisa-bisa merobohkan kinerja tim yang secara perlahan sedang mendaki puncaknya. So, mending jadi pribadi penyemangat. Dia datang saja sudah melahirkan energi yang besar bagi orang disekitarnya. Pribadi yang full charge ini juga cenderung mandiri, tidak perlu repot-repot orang meluangkan waktu skedar mendengarkan keluh kesah yang sebenarnya dirinya (yang bercerita) lebih tau saran terbaiknnya. Kerjaan dan waktunya bisa dilakukan dengan hal produktif lainnya.

  • Ringan tangan terhadap sesamanya

Real kita tahu bersama bahwa manusia adalah makhluk sosial. Tolong menolong dengan sesama merupakan sikap yang tidak bisa terbantahkan. Pribadi yang ringan tangan suka membantu orang lain sangat dicintai masyarakat bahkan Allah subhanahu wata’ala yang di atas langit sana. Ringan tangan disini tidak saja di maknai dalam konteks menolong secara umum, akan tetapi secara menyeluruh terkait menolong agama Allah Subhanahu wata’ala agar terus berkembang syi’ar dakwahnya seperti memberikan tanah waqaf, uang untuk kepentinganfisabulillah, dan sekedar melakukan santunan bagi orang kecil. Semua orang sukses di dunia bahkan seperti Bill Gates pun sekarang menebar jutaan dolar untuk menolong sesama.

  • Mau berbagi dan mengajak orang lain terus berada dalam kebaikan

Ajak orang lain untuk mengaji. Ajak untuk terus berbuat baik. Mau sharekan pengalaman dan pengetahuan yang dipunyai agar orang senantiasa berguat baik. Jangan hanya membangun amal shalih buat diri sendiri, namun jadikan keshalihan diri itu berkembang menjadi keshalihan keluarga serta masyarakat.

Demikian gambaran lima kriteria manusia berkualitas. Semoga bisa menginspirasi Anda semua. Happy blogging.