Select Page

Gizi ibu hamil – Janin dalam perkembangannya mengalami beberapa fase. Fase fase itu biasa terbagi dalam istilah trisemester yakni tri semester awal, tri semester tengah, dan tri semester akhir. Karena setiap tahapn perkembangannya beda, sudah jelas  maka asupan Gizi ibu hamil pun perlu diperhatikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan janin. Agar jangan sampai terjadi keterlambatan perkembangan sebab gizi pada ibu hamilnya kurang pas sehingga moment moment indah dalam masa hamil pun terlewatkan.

Tiga pembagian masa kehamilan

Berikut kami sampaikan ada tiga masa kehamilan. Yaitu:

  • Masa kehamilan trimester I : 0-12 minggu
  • Masa kehamilan trimester II :13-27 minggu
  • Masa kehamilan trimester III : 28-40 minggu

Bagaimana tata laksana Gizi ibu hamil sesuai pembagian itu?

Trimester I :

Pada awal kehamilan (trimester I) mual dan muntah sering dialami wanita atau disebut morning sickness. Mual dan muntah pada awal kehamilan berhubungan dengan perubahan kadar hormonal pada tubuh wanita hamil. Pada saat hamil terjadi kenaikan kadar hormone chorionic gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta. HCG meningkat produksinya pada tiga bulan pertama kehamilan dan turun kembali setelah bulan keempat, sehingga pada kehamilan memasuki bulan keempat rasa mual sudah mulai berkurang.

waspada hiperemesis gravidarum

Mual dan muntah yang berlebihan pada kehamilan trimester I disebut hiperemesis gravidarum. Tanda-tanda hiperemesis gravidarum adalah berat badan turun 2,5-5 kg atau lebih, tidak dapat menelan makanan atau minuman selama 24 jam, air kencing berwarna gelap/ pekat, muntah sering (setiap jam atau lebih), mual hebat sehingga selalu muntah saat makan. Bahaya hiperemes gravidarum adalah terjadi dehidrasi dan kekurangan asupan nutrisi, perlu perawatan di RS untuk mendapat parenteral nutrisi selama beberapa hari sampai gejala mereda.  Pada kehamilan trimester I biasanya terjadi peningkatan berat badan yang tidak berarti yaitu sekitar 1-2 kg. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. WHO menganjurkan penambahan energi 10 kkal untuk trimester I.

bayi menendang kehamilan pertama gizinya makanan sehat

Good Girl 🙂

Trimester II & III

Penambahan berat badan yang ideal selama kehamilan trimester 2 & 3.

Perencanaan gizi untuk wanita hamil sebaiknya mengacu pada RDA (Recommended Daily Allowance atau Asupan Harian yang Dianjurkan). Dibandingkan ibu yang tidak hamil, kebutuhan ibu hamil akan protein meningkat sampai 68%, asam folat 100%, kalsium 50% dan zat besi 200-300%. Bahan makanan yang dianjurkan harus meliputi enam kelompok yaitu makanan yang mengandung protein (hewani & nabati), susu dan olahannya, roti & biji-bijian, buah & sayuran yang kaya akan vitamin C, sayuran berwarna hijau tua, buah & sayuran lain.

Asupan Energi pada ibu hamil

Jumlah asupan energi merupakan factor gizi yang paling penting pada ibu hamil jika dikaitkan dengan berat badan bayi rendah. Banyaknya energi yang harus disiapkan hingga berakhirnya kehamilan adalah 80.000 kalori. (National Academy of Sciences, 1980) atau kira-kira 300 kalori tiap hari diatas kebutuhan wanita tidak hamil. Nilai ini dihitung berdasarkan kesetaraan dengan protein dan lemak yang tertimbun untuk pertumbuhan janin dan keperluan ibu.

Kebutuhan energi trimester 2 & 3 meningkat sampai akhir kehamilan. Energi tambahan selama trimester 2 diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu, yaitu penambahan volume darah, pertumbuhan uterus dan payudara, serta penumpukan lemak. Sepanjang trimester 3, energi tambahan dipergunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

Protein

Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi V 1993 menganjurkan penambahan 12 gram / hari. Dengan demikian asupan protein dapat mencapai 75-100 gram atau sekitar 1,3 gram/kg BB/hari.

Zat besi

Kebutuhan zat besi pada wanita hamil meningkat 200-300 %, untuk pembentukan plasenta & sel-sel darah merah janin.

Calsium

Anjuran kalsium 1200 mg/hari bagi wanita hamil yang berusia diatas 25 tahun, sumber calsium adalah susu, putih telur, sayuran hijau. Selain calsium, Vitamin D, Vitamin C, Vitamin B komplek juga diperlukan untuk wanita hamil.

Demikian uraian tata kelola menejemen pemenuhan gizi ibu hamil dan apa saja yang musti diperhatikan. Semoga menjadi inspirasi untuk diterapkan pada diri sehingga bisa melahirkan janin yang kuat serta ibu yang sehat. Ingat untuk membaca moment indah selama masa hamil di sini. Semoga bermanfaat informasi dari saya. Sumber: tanyadokteranda. com

Rekomendasi Artikel Lanjutan:  Nutrisi Omega Tiga Bagus Untuk Ibu Hamil