Select Page

Paradigma bisnis modern paling sering mengajarkan cara mendapatkan kekayaaan dari passive income adalah dari membangun aset. Bisa aset itu aset tidak bergerak seperti punya apartemen yang disewakan, ruko, atau mesin-mesin produksi maupun barang bergerak semisal rental mobil dengan berbagai tipenya. Tetapi apakah benar-benar seperti itu?

Qadarullah, Alhamdulillah bisa berkesempatan berdiskusi dengan seorang teman mengenai hal ini. Bahwa bagi seorang muslim aset berbentuk barang terutama yang fisik  maupun non fisik, itu tidak semata-mata yang bisa disebut aset dan bahkan ada aset yang lebih bermakna selain dari semua itu.

Aset itu adalah ketaqwaan. Sudah dijelaskan dalam ayat al qur’an bahwa orang-orang yang bertaqwa kepada Allah akan Dia tunjukan jalan keluar, diberi riski dari arah yang dia tidak pernah sangka-sangka, dan kemudahan dari segala urusannya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً

Wamay yattaqillaha yaj’alahu makhroja

 

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً

Wamay yattaqillaha yaj’alahuu min ‘amri yusro


Maka, Melalui membangun suatu aset yang berdasar dari membangun diri agar lebih lebih dekat kepada Allah, maka dari situ sebenarnya passive income akan datang. Dimana passive income itu semoga lebih kuat, berkah, serta lebih langgeng.