Selamat Datang di Anjrah University. Blog tempat berbagi banyak hal mengenai kehidupan, inspirasi, pengalaman, serta pemikiran Anjrah Ari Susanto mengenai banyak hal. Selamat Menikmati semoga memberi banyak manfaat buat Anda. Makasih Sudah Berkunjung - Anjrah Univesity

Mimpi Membuat Sekolah Minggu Bagi Anak Anak TPA

Menulis Mimpi – Hidup bermasyarakat di klaten ada satu hal yang saya sedihkan. Saya melihat ada kelas taman pendidikan al Qur’an yang kadang gurunya ngajar, kadang kosong. Padahal anak-anak TPAnya sangat semangat tiap Selasa atau Kamis sore sudah berdatangan ke masjid.

Fenomena itu jadi kepikiran ke saya untuk bisa terlibat dalam pengelolaan sebatas yang saya mampu sekaligus melahirkan Mimpi Membuat Sekolah Minggu bagi peningkatan kualitas pendidikan yang ada. Ya agar pendidikan TPAnya jalan optimal plus lebih mengedukasi. Lalu khusus sekolah terdorong oleh semangat mas Bahrudin pendiri Sekolah Alternatif Qorriyah Thoyyibah, Kalibening, Salatiga dalam menyelenggarakan Learning Society.

Mulai mewujudkan mimpi dari hal kecil

Saya ingat cerita Mas Bahrudin yang baru – baru ini masuk Kick Andy Metro TV sebab menjadi pemenang ma’arif Award bahwa prihatinya kita terhadap pendidikan musti kita wujudkan dalam peran aktif kita di dalamnya. Jangan sekedar prihatin dan no action. Simple saja, mirip dengan awal pendirian sekolahnya, kebetulan kerjaan saya online, blogger dan alhamdulillah koneksi internet 24 jam bisa diakses dari rumah saya.

Mirip dengan kisah awal-awalnya mas bahrudin juga membuat area belajarnya di salatiga full access internet. Lalu dikembangkan komunitas belajar yang penuh karya luar biasa. Idenya, internet dirumah saya bisa dipancarkan lebih luas serta mengajak anak-anak di dekat rumah agar belajar banyak hal memanfaatkan fasilitas keilmuan yang tanpa batas ini.

Barangkali bisa bermula dari komunitas anak-anak TPA dikembangkan menjadi sekolah kemasyarakatan seperti Qorriyah Thoyibah yang sudah jalan 12 tahun di salatiga itu. Ah, kiranya bisa mewujudkannya. Karena apapun jejak manusia di muka bumi, jelas dinilai dari kontribusi serta peran aktifnya kepada sesama. Ya, itu baru mimpi,,, sejauh mana kita mewujudkannya.

Desa Wisata dan Community Development

Mimpiku ke yang sudah anak muda serta remaja kampung ialah mendirikan learning society entrepreneurship berbasis internet. Internet bukan sekedar habiskan pulsa menggunakan facebook atau twitter namun merupakan lahan pekerjaan dan bisnis yang tidak terbatas. Bisa jadi mulai dari pengenalan website itu apa melalui kumpul malam bisa menginspirasi temen-temen kampung. Kalau bisa tercipta masyarakat pembelajar beneran di sini, insyallah makin asik.

Oya, ada potensi wisata belajar dari desa Sajen Trucuk Klaten ini yang perlu saya sampaikan. Desa Sajen merupakan desa produktif.  Sehari hari kita lihat aktivitas masyarakatnya  membuat mebel serta aneka kerajinan  dari kayu termasuk mainan edukasi bagi anak-anak paud. Kalaulah mau mengolah, saya pikir, bisa menjadi desa wisata yang bagus.  Keunikan lain adalah kegiatan ibu-ibu kampung yang merupakan pengrajin kain tenun serbet tradisional. Berikut aktivitas mertua saya yang sedang memproduksi tenun dengan mesin tradisionalnya:

 Keren sekali ya, alatnya super tradisional. Kalaulah bisa lebih dikembangkan ditengah desakkan persaingan mesin-mesin pabrik modern yang membuat kain serupa, tentu bisa lebih menghidupi dapur masing-masing keluarga di sajen. Bapak-bapak membuat mebel, ibu-ibu menenun di dapur, anak-anak SMA belajar dan produktif berfasilitaskan internet gratis, sampai adik adik TPA fasih mengaji yang berpengetahuan luas. Owh, indahnya desa yang demikian. :)..

2 Responses

  1. Aan A.11/06/2012 at 19:56

    Sama kayak di lingkunganku mas..

    Saat ini saya tinggal di rumah mertua. Di kanan kiri banyak anak kecil dan remaja yang sepertinya “kurang mendapat pencerahan” tentang potensi diri.

    Lagipula tidak banyak yang cukup beruntung bisa sampai kuliah. Rata-rata lulus SMU. Kalopun ada yang bisa sampai kuliah, kadang mereka nganggur dan nunggu wawancara kerja.

    Kondisi finansial orang tua mereka pun kebanyakan pas-pasan.

    Keadaan ini pun juga terjadi di tempat tinggal saya, Wonosobo. Banyak anak-anak lulusan SMP ato SMU yang kongkow-kongkow ngga jelas.

    Cukup prihatin saya.. Eman-eman..

  2. Author

    Anjrah University14/06/2012 at 09:00

    satu solusi emang ya itu,, berbuatlah sesuatu :) hehe,,

    eh, wonosobo kaya potensi daerah,,
    udah,AYO onlinekan aja bisnis paprica eh, apa itu carica ya? hehe,,

Leave a Reply

What is 5 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING, jawab pakai angka aja langsung (so we know that you are a human) :-). Makasih.
66 queries. 0.570 detik.