Sejarah Perang Islam Melawan Syiah Terulang Di Syiria

Sepenggal Kisah Yang Tertinggal...

Belum juga kutelan suapan ketiga dari hidangan buka puasa sore ini, kami dikagetkan dengan suara tiga tembakan dari tank tentara assad yang jatuh kurang lebih lima rumah dari tempat kami tinggal. Padahal menu hari ini lumayan istimewa, ayam panggang yang begitu menggoda selera. Namun rasa panas yang menesak didada membuat selera makan kami berubah. Kemarahan dan rasa geram yang kian memuncak atas tindakan biadab tentara rezim.

Tempat tinggal kami berada di ketinggian, sehingga kami dapat dengan jelas melihat kepulan asap yang keluar dari lokasi jatuhnya bom tersebut. Bahkan tidak jarang menjadi sasaran tembak mereka. Tapi semuanya atas kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Meski dalam jangkauan tembak, tidak ada yang mengenai tempat tinggal kami. Puluhan roket-roket itu hanya mampu menghajar perkampungan disekitar kami.

Gambar Senjata AK 47 Perang Unisoviet

Jihad Sabiluna

Yang tidak kalah membuat kami sedih dan kecewa adalah berita2 yang datang dari indonesia sendiri. Bahwa sampai hari ini masih saja orang yang mempercayai kalau perang sektarian antara sunni dan syiah. Betapa marahnya umat islam disini jika dikatakan perang ini adalah perang antara sunni dan syiah. "Tidak! !, ini adalah perang antara muslim dan syiah" tegas mereka.

Ada juga yang mengatakan bahwa perang ini adalah perang antara pemerintah dengan sebagian rakyatnya yang memberontak. Pemerintahan mana yang begitu kejam membantai rakyatnya sendiri dengan berbagai senjata berat, menghujani kampung2 mereka dengan bom siang dan malam tanpa kenal waktu, memperkosa wanita2nya dan menyembelih anak2nya??

Ada juga yang mempertanyakan legitimasi para relawan yang berusaha menolong saudara mereka yang sedang didholimi oleh kafir syiah la'natulloh 'alaih. Butir2 kesepakatan konferensi ulama sedunia dan khutbah jumat syaikh al-arifi saya pikir sudah cukup menjawab syubhat ini.

Ada lagi berita yang datang dari solo beberapa hari yang lalu. Kajian yang membahas tentang kesesatan syiah terpaksa gagal dilaksanakan karena adanya ancaman lewat sms. Ini menjadi satu bukti yang terang bahwa memang kita belum siap dan layak untuk berhadapan dengan mereka.

Tahukah kalian yaa ikhwati, sesungguhnya tabir kekaburan mereka akan tersibak dengan terang ketika terjadi perang/ bentrok fisik. Dipihak manakah sebenarnya mereka ini.

Maka pertanyaannya adalah: siapkah kita berkorban untuk Allah dan rasulNYA? Dan kehormatan para shahabat yang dijamin atas mereka keridhoan Allah swt?

Persiapkanlah diri kalian yaa ikhwati, sebelum kalian menjadi sebagaimana hewan sembelihan oleh para durjana seperti yang telah terjadi di bumi Syam...

Noted dari relawan kita dari tim Misi Medis Suriah alias dr. Muhammad Mushlih Ahmad Sarju

Suka Artikel ini? Dapatkan Updatenya GRATIS via Email!
author
Aku Geek Psikologi. Trainer. Pembicara Publik. Passionku sekarang utak atik wordpress dan Jualan Melalui Internet. Pastikan Like Fanspage Kami ya di Fanspage Anjrah University agar bisa terus dapat info terbarunya. Makasih.
No Response

Leave a reply "Sejarah Perang Islam Melawan Syiah Terulang Di Syiria"