Review Buku Sejarah Pembantaian Pemberontakan Kekejaman PKI di Indonesia

Review Buku Sejarah Pembantaian Pemberontakan Kekejaman PKI di Indonesia

Anjrah University – Saya janji ke pak Anab Afifi selaku penulis buku Ayat Ayat yang Disembelih untuk membuat Review. Ya ini lah review saya tentang Buku Sejarah Pembantaian Pemberontakan Kekejaman PKI di Indonesia yang ditulis dengan data hasil wawancara nyata dengan saksi saksi mata.

Buku yang membuat bulu kuduk saya berdiri ketika membacanya. Karena memang dengan gaya narasi yang cantik, kita serasa langsung hadir melihat kejadian kejadian di dalamnya. Satu demi satu, kisah korban para pemberontak PKI sepanjang ujung Sumatera hingga Pulau Bali semuanya di paparkan.

Orang sekarang ini paling jauh tahunya mengenai Sejarah G 30 S PKI saja. Kisah memilukan di lubang buaya G 30 S PKI melakukan aksi kekejaman yang nyata kepada 7 jendral korban PKI. Padahal, Aksi keji PKI tidak hanya terjadi di sana, ada di Jakarta, Solo, Ngawi, Madiun, Magetan, Ponorogo, Kediri, Blitar, Surabaya dan tempat lainnya.

Buku Yang Lahir dari Hasil Kesaksian Keluarga Korban PKI

Saya sendiri juga mendengar cerita dari nenek saya, bagaimana beliau sendiri melihat pembantaian yang dilakukan di daerah kebumen. Sadarlah kawan… ini semua hal yang nyata pernah terjadi, hari ini gema gemanya sudah mulai muncul kembali. Mereka sudah semakin berani menampakkan diri.

Simak beberapa judul yang sudah saya kutip dalam gambar berikut:

Buku Sejarah Pembantaian Pemberontakan Kekejaman PKI di Indonesia Tegal Madiun Jakarta G30S PKI
Jangan Lupakan Sejarah

Pemuda dan anak bangsa ini perlu disadarkan ulang mengenai bahaya laten komunis bagi masa depan negara kesatuan republik indonesia. Pemuda dan anak bangsa jangan sampai tertipu dengan jargon jargon semu yang secara pelan dan massif mereka sisipkan melalui lembaga pendidikan, pergerakan berbahasa pertukaran kebudayaan, sampai buku buku karya mereka.

Karena sejatinya tujuan Komunis di Indonesia tiada lain, mereka ingin mengganti NKRI menjadi negara komunis. Negara yang anti Tuhan, anti insan Ber-Tuhan yang berlambang palu arit.

Kutipan Isi Buku Ayat Ayat yang Disembelih

Salah satu kutipannya yang luar biasa:

Bulan yang membuatku tak pernah kesepian adalah Ramadan. Karena semenjak aku kecil, rumahku yang ada di Blitar Selatan, selalu digunakan untuk salat tarawih bersama. Kebetulan, Maksum, ayahku, dianggap sebagai panutan dalam ibadah agama di kampungku.
Sebagaimana bulan puasa biasanya, awal Ramadan tahun 1967 itu, bertepatan dengan bulan September. Banyak warga yang salat di rumahku. Setelah selesai tarawih, aku bercengkrama dengan ayahku di ruang tamu.
Tanpa dinyana, pintu rumahku digedor-gedor sejumlah orang hingga jebol. Saya dan bapak langsung diborgol. Rumah diobrak-abrik hingga banyak perabot yang hancur.
Belum puas, tujuh orang yang berpakaian pamong dan militer itu menyeret ayahku dan menembaknya sebanyak dua kali. Satu peluru tembus di dada hingga punggung, dan satu lagi bersarang di dada.
Dengan sekuat tenaga, aku lari. Melompat pagar dan mengambil kentongan milik tetangga. Aku pukul kentongan itu kuat-kuat hingga para tetangga datang. Namun, ayahku tetap tak bisa kuselamatkan dari kekejian serangan PKI.
Beberapa bulan aku baru menyadari, apa yang aku alami dan menimpa ayahku, adalah bagian dari rangkaian pemberontakan PKI di kotaku, Blitar, Jawa Timur. Tak terhitung berapa banyak keluarga yang mengalami seperti keluargaku. (*) ** Dikutip dari buku Ayat-ayat yang Disembelih, halaman 228

Bahkan sampai Sejarawan Senior Ahmad Mansur Suryanegara menyatakan ke kaguman atas banyaknya dan lengkapnya fakta fakta baru mengenai PKI di buku Ayat-Ayat yang Disembelih. Simak di video berikut, INGAT GEDEKAN SPEAKERNYA ya. Karena video direkam pakai kamera amatir biasa.

Penasaran ingin langsung menyelami bagaimana petualangan penulis mencari fakta, merangkainya jadi bahan bacaan yang menarik mengenai Sejarah Korban G 30 S PKI langsung dari orang yang terlibat. Silakan bisa pesan ke Tim Kami di SMS / Whatsapp: 0857 9994 3044. Format: Nama,  Beli Buku AAYD, Jumlah berapa, Alamat mana. Tim kami akan segera membalasnya untuk Anda.

Apa Komentarmu tentang Bahasan di Atas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *