
Kemarin habis jalan sama dua temen, kebetulan cewek, yang dua duanya sudah punya pacar masing-masing. Tiada misi apa-apa selain reunian ketemu kawan yang sudah lama nggak jumpa. Dulu, kitanya satu SMA, sering bareng dalam beberapa ekskul. Hal menariknya adalah saat aku cermati perilaku salah satu pacar teman saya itu.
Setuju pacaran dong?
nggak, aku sama sekali nggak setuju..
Bagaimana ndak jadi bahan pembicaraan bagi kami, pacar si temenku itu baru aja SMS, SMS lagi. Baru balas,langsung balas lagi. Batinku, dasar pacaran masih baru beberapa waktu tu pasti [pacaran masih baru biasanya gitu] atau memang dasar kepribadian pasangan do’i mksa-maksa dan harus . Anak muda bilang, Daya posesifnya masih sangat tinggi. Sekedar share aja, kalau pas sedang begini lalu putus, alamat potensi sakit hatinya akan sangat nyelekit. Lo, kog malah bahasa ke situ…
Fokusku pada ungkapan temenku,
“La kalau nggak dibalas marah owk dianya”
Ehm,aku garis bawahi perkara pribadi terus terang itu urusan masing-masing. Ni aku nulis disini, juga ndak ada motif menyindir atau apa, aku juga nggak nyebut inisial atau ciri fisik tertentu, buat share persepsi aja bagaimana salah satu perilaku manusia.
Pertanyaan Usilku
Ungkapan “La kalau nggak dibalas marah owk dianya” itu menarik. Nebak nebak aja si, dari pernyataan itu ada satu pihak yang kurang nyaman ‘dalam arti sebenarnya’. Kurang nyaman dari perilaku ‘mengharuskan membalasa’ SMS yang dikirim oleh lawan SMSnya. Dari situ sekaligus memancing beberapa persepsi pikir:
- Emang manusia asik kalau dipantau terus? di intai? bahkan oleh yang blm resmi jadi suaminya? (pomaneh nek resmi)
- Emang kalau selalu tau kegiatan pacar itu lantas mau apa? mau jadi CCTV Man/ CCTV Girl? Mau melebihi malaikat yang diutus ‘buat nyatat’ setiap amal manusia? hehehe,, kali aja
- Emang kerjaan kita cuman mbalesin SMS-SMS dia? nggak ada aktivitas menarik dan pribadi kita yang asli buat diri kita sendiri? padahal sebenarnya si pengSMS juga memiliki kemerdekaan untuk melakukan aneka aktivitas pribadinya itu
- Emang kalau udah jadi pacar, si pacar semuanya adalah milikmu? Suka-suka yang nerima SMS dong mau dibalas atau nggak.
- Si pengirim SMS apa juga nggak ada kerjaan lain selain nungguin balasan SMS itu? memang kalau nggak dapat balasan SMS juga langsung masuk UGD? waduh, kehidupannya nggak asik banget.. dan lain sebagainya.
SMS MINDSET yang ‘Sehat’
Bukan kesepian lalu kita punya pacar agar nggak kesepian.
Bukan kita kurang bahagia lalu pengen punya pacar agar bahagia.
Marah karena ‘Over Analitis’
So, mau SMS dibalas kek, mau enggak kek. Nggak perlu kita overanalitis. Ah ni cewek atau cowok nggak mbales SMSku lagi jalan sama orang lain. Ah ni cowok udah menurun rasa cintanya ama gue. Wah kesetiaannya perlu dipertanyakan nih, SMS aja ndak dibalas. Barangkali ada kepentingan lain, ada apa, ada itu, yang sifatnya positif. Lalu lala lali itu alias aneka analisa yang kadang paranoid sendiri.
Itu Cuman SMS Guys!Lagian kalau lu tau juga apa?Kalau lu dikasih tau tipu-tipu juga mau apa?
**&&^*^*(^ ada unek-unek habis baca? komen-komen aja di bawah

.png)
No Responses