Bagaimana Cara menjelaskan Pada Pasangan Kalau Kita Sudah Tidak Perawan?

Bagaimana Cara menjelaskan Pada Pasangan Kalau Kita Sudah Tidak Perawan?

Anjrah University – Tidak mudah menemukan strategi yang pas Bagaimana Cara menjelaskan Pada Pasangan Kalau Kita Sudah Tidak Perawan. Isu keperawanan memang isu yang sensitif dalam ruang hidup budaya jawa termasuk budaya ketimuran pada umumnya di indonesia. Maka benar benar perlu persiapan serta pertimbangan masak jauh jauh hari sebelum membicarakannya.

Aku sendiri mewanti wanti banyak dalam artikel-artikel dunia remajaku bahwa bukan sekedar urusan perawan atau tidak perawan, namun jauh lebih agung dari itu jagalah kesucian dirimu sampai datangnya kematian (baik cowok maupun cewek). Godaan sesaat dari hawa nafsu yang berwujud cinta, benar benar akan kamu nanti akan membayarnya dengan banyak penyesalan di kemudian hari juga hari akhirat kelak.

Tegas kami nasehatkan, bahwa bukti mencintai pasangan itu bukan ‘menghinakan diri lebih rendah jadi pelacur’ dengan gratisan memberikan layanan seks kepadanya. Bukti cinta bukan mau diajak ML oleh pasangan yang jelas jelas belum tentu berjodoh denganmu. Pernikahan yang bahagia serta lahirnya anak anak yang shalih dan shalihah mustahil tercipta -bi idnillah- dari pernikahan yang dibangun berpondasikan maksiat.

Maka, jauh-jauh hari sebelum membahas bagaimana kita menjelaskan keperawanan ke orang lain, maka sadari dulu, taubat lebih dahulu kepada Allah atas maksiat yang sudah dilakukan sampai keperawanan bisa hilang tanpa melalui tata aturan yang sudah Allah gariskan. Ya memang akan beda sekali kalau keperawanan ‘terkoyak’ sebab hal – hal yang bisa diterima oleh norma yang berlaku di masyarakat.

Kami sudah paparkan dalam artikel seperti apa sih alur pikir orang pada umumnya ketika melihat ketidakperawanan sebab maksiat. Bisa baca di Persepsi Umum orang Terhadap yang sudah tak perawanMembaca persepsi umum penting, agar kita bisa menyiapkan perasaan ketika bertemu dengan aneka reaksi yang bakal terjadi.

Lalu, Bagaimana Cara menjelaskan Pada Pasangan Kalau Kita Sudah Tidak Perawan?

Bisa banyak cara. sayangnya, kita harus memperhatikan:

  • Kepada siapa berbicara ? pacar, teman, dokter, hakim di pengadilan, polisi, orang tua, tetangga dekat, tetangga jauh?
  • Momentnya seperti apa? sedang di acara peresmian tunangan, perkenalan awal dengan calon suami, di momen sedang berduaan dengan dia, momen setelah akad nikah?
  • Kondisi emosional penerima berita? lagi heppy, lagi kalut, lagi bijaksana? temperamennya seperti apa?
  • Hubungan relathionshipnya sejauh mana?
  • Kira kira bisa dibicarakan dalam bahasa perumpamaan apa belum?
  • Sekuat apa komitmen dan visi keluarga  yang sudah di bangun?
  • Urgensinya, memang harus segera dikatakan atau tidak?
  • Akibat buruk yang akan diterima ketika membicarakannya?
  • Siapa yang akan membicarakannya? diri kita langsung atau orang tua? atau lainnnya?

Sangat sangat berbeda ketika karakteristiknya satu dengan lain juga masing masing. Kalau secara agama islam, ketika seorang wanita / pria dulunya sudah pernah berzina (maka tetap di hitung sudah nggak perjaka dan nggak perawan lagi). Dirinya sudah bertaubat, dia menyesali perbuatannya tersebut. Maka ketika dia menikah, dia tak perlu menceritakan perbuatan zinanya dulu itu kepada calon pasangannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan,

مَنْ أَصَابَ مِنْ هَذِهِ الْقَاذُورَاتِ شَيْئًا فَلْيَسْتَتِرْ بِسِتْرِ اللَّهِ

“Siapa yang tertimpa musibah maksiat dengan melakukan perbuatan semacam ini (perbuatan zina), hendaknya dia menyembunyikannya, dengan kerahasiaan yang Allah berikan.” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’, 3048 dan al-Baihaqi dalam Sunan as-Sughra, 2719).

Kecuali memang dari calon pria dalam pernikahan mempersyaratkan harus perawan, maka hukumnya akan jelas berbeda. Temen temen bisa membaca referensinya di artikel Istri Pernah berzina. Semoga yang sedikit bisa menginspirasi. Wallahu a’lam.

Apa Komentarmu tentang Bahasan di Atas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *