Penggunaan Ilmu Memori Menurut Psikologi

fungsi asosiasi – Pagi temen-temen, hari ini kita akan belajar ilmu psikologi. Masuk pada sub bahasan psikologi umum. Masuk sub bahasan pada memori. Masuk sub bahasan lagi pada pembahasan cara kerja shortterm memori maupun longterm memori. Detailnya pada area lebih spesifik long term memory. Namun sebelumnya, Pernah dengar lagu ini?

Resah dan gelisah
menunggu disini,,
di sudut sekolah tempat yang kau janjikan,
ingin jumpa denganku,
walau mencuri waktu,,,
berdusta pada guru,,

Aih, jan jan denger lagi ini jadi inget pas dulu masih sama si EM EM. Nuansa Romansa masa SMA yang manis saat dikenang. Bagaimana dulu bisa janjian di kantin, jalan kemana, terus,, yah dan sebagainya. Namanya ABABIL ya gitu-gitu.

Uniknya apa? apa alasannya kog pas denger lagu gitu, kembalinya masuk ke Masa SMA?
bahkan nggak itu saja, ada beberapa lagu yang masih sempat terhubung ke memory yang menyertainya. Aku inget lagu-lagunya Ari Lasso, macem penjaga hati itu aku terasosiasi nuansa cinta pas SMP, lalu lagu letto sebelum cahaya membayangi kencan-kencanku pas masa jadian sampai pacaran, lagu “Kawin Kawin minggu depan aku kawin” membayangi mas bentrok pas sama pacar, dan sebuah lagu spanyol entah judulnya apa yang mengiringi kemenanganku main kuis rangking 1 di trans tv yang baru lalu.

itulah fungsi asosiasi
bahwa sebenarnya otak kita yang terdiri dua bagian yakni otak sadar dan tidak sadar secara terus menerus merekam informasi yang ada disekitar kita. Uniknya, otak tak sadar merekam jutaan byte lebih besar dibandingkan otak sadar sehingga banyak informasi yang kita nggak sadari ikut terekam padahal kita nggak ada maksud mau merekamnya.

bayangin deh, suara “tek tek tek” di sekitar jam 21.00 WIB tiba-tiba bikin mulut kita melting [ngiler deras] karena suara itu terasosiasi dengan suara khas tukang nasi goreng menawarkan jajanannya. Bagi anak kos-kosan pasti sudah hafal varian suara yang ada, juga diri kita. Padahal, kita nggak menghafalnya. Misal, oke guiys hari ini pelajaran menghafal suara-suara penjual makanan disekitar kita. Hayoo, hafalkan kalau suara ini penjual siomai, kalau agak gini-gini penjual bakso kawi, dan lain-lainnya.

Namun anehnya, kita nggak pernah secara sengaja MENGINSTALL suara-suara itu dikepala kita, namun kog bisa-bisanya hafal aneka suara itu secara cermat? Ya itulah kerjaan otak tak sadar yang merekam segala informasi termasuk apa yang kita rasakan, dengar, maupun cermati diluar apa yang sedang kita fokuskan padanya [misal belajar fokus utamanya].

Gunanya buat apa?
Kabar baiknya, fungsi asosiasi itu bisa disetting. Kali aja kayak saya tuh, ada beberapa lagu yang asosiasinya ke arah sesuatu yang negatif, kalau inget lagu itu, pasti bawaannya mewek. Atau bisa disetting ulang agar bisa juga membantu saat kita belajar. Namun dengan setting ulang fungsi asosiasi dengan beberapa program psikologi tertentu, ingat itu malah ketawa dan hilang nuansa sedihnya. caranya? insyallah segera disharingkan :).

One Comment

Apa Komentarmu tentang Bahasan di Atas?

Your email address will not be published. Required fields are marked *